Satu Lagi Pasien Positif Covid-19 Kota Solok Dinyatakan Sembuh

Solok, (InfoPublikSolok) – Satu lagi pasien terkonfirmasi Positif Covid-19 Kota Solok dinyatakan sembuh dan boleh pulang, yakni Pasien 03. Tim Medis memperbolehkan pasien tersebut pulang kerumah, setelah dilakukan tiga kali pemeriksaan laboratorium spesimen pasien menunjukkan hasil negatif Covid-19.

Sebelumnya Pasien 03 dinyatakan positif Covid-19 karena kontak erat dengan Pasien 02 yang merupakan anak kandung Pasien 03, dan sampai saat ini masih menjalani perawatan di Asrama Diklat BPSDM Provinsi Sumatera Barat di Padang Besi.

“Alhamdulillah, berdasarkan hasil ketiga kali swab Pasien 03 dinyatakan negatif jadi sudah bisa dipulangkan. Hari ini Kamis (9/7), Tim akan menjemput Pasien 03 tersebut. Semoga tidak ada lagi pertambahan Covid-19 di Kota Solok, mari sama-sama kita disiplin dalam menjalankan prtokol kesehatan, Dengan sembuhnya satu pasien Kota Solok, total jumlah pasien sembuh di Kota Solok ada 2 orang dimana satu orang lainnya yakni pasien 05 yang terlebih dulu di pulangkan,’’ ujar Dessy Syafril

Meski sudah diperbolehkan pulang pasien tetap diminta melakukan isolasi mandiri dirumah selama 14 hari dan dalam pengawasan petugas Dinas Kesehatan Kota Solok, ini untuk memastikan agar pasien benar-benar pulih. Dengan dikeluarkannya hasil swab nya negatif oleh pihak rumah sakit Pasien 03 ini bisa beraktifitas kembali seperti biasanya dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

Plt Kadis Kesehatan Kota Solok menyampaikan ‘’kita berharap kepada masyarakat agar tidak memunculkan stigma sosial atau asosiasi negatif terhadap pasien positif covid19 ataupun pasien yang telah sembuh tersebut. Stigma negatif yang diberikan hanya akan memperparah keadaan baik secara mental maupun pada penyebaran penyakit itu sendiri,” harapnya.

Stigma negatif pada ODP, PDP dapat menjadi suatu tekanan psikologis. Hal ini terjadi karena masyarakat sering mendapatkan berbagai berita negatif tentang penyakit ini meskipun dari data yang ada menyebutkan kemungkinan sembuh penyakit ini adalah 97%. Stigmatisasi tersebut sangat berdampak terhadap imunitas seseorang yang terkait Covid-19 dan akan berpengaruh dalam proses penyembuhan pasien Covid19 nantinya.

“Mari kita saling menjaga persaudaraan dengan tetap memperhatikan dan tetap mengikuti protokol kesehatan, semoga kita semua terhindar dari virus Covid-19 ini dengan saling menjaga satu sama lain dengan memutus mata rantai penularannya dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari, serta sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta jangan lupa tetap memakai masker setiap melakukan aktivitas diluar rumah,’’ tutup Dessy Syafril. (es)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.