Upaya Memutus Mata Rantai Covid-19 di Kota Solok

Solok, (InfoPublikSolok) – Adanya Penambahan kasus Positif Covid-19 di Kota Solok, Kamis (2/7), membuat petugas surveilans pada Dinas Kesehatan dan Puskesmas terus berupaya memutus mata rantai penularan dengan mengadakan deteksi dini penyebaran dan memutus mata rantai Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Solok.

Deteksi dini dilakukan melalui peningkatan kegiatan surveilans rutin dan surveilans berbasis kejadian yang dilakukan secara aktif maupun pasif. Kegiatan tersebut dilakukan untuk menemukan adanya indikasi yang ditemui saat melakukan tracking, seperti pada pelaku perjalanan daerah terjangkit (PPT), orang tanpa gejala (OTG), orang dalam pemantauan (ODP) yang harus segera direspon. termasuk pelaksanaan deteksi dini melalui swab test.

Pada Kamis (2/7), Dinas Kesehatan kembali melakukan swab test di Posko Penjaringan Bandar Panduang Kota Solok. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Hartini, Kepala Seksi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Jalisnawati, beserta petugas labor dan surveilens Puskesmas se-Kota Solok. Pengambilan swab test ini dilakukan kepada 65 orang yang terdiri dari Pelaku Pariwisata, Pelaku Perjalanan Pada Daerah Terjangkit (PPT), Anggota Polres Solok Kota serta masyarakat yang kontak erat dengan Pasien Positif Covid 05 yang tengah dirawat di Rumah Sakit M. Natsir.

“Tindakan swab test ini telah sebelas kali dilaksanakan, terakhir dilakukan pada masyarakat yang kontak erat dengan Pasien Positif Covid 03 dan 04, dengan hasil negatif. Total pelaksanaan swab test sampai hari ini adalah sebanyak 596 orang,” tutur Jalisnawati.

Lebihlanjut Jalisnawati menjelaskan swab test adalah rangkaian upaya dalam mengurangi penyebaran Covid-19 di Kota Solok, pemeriksaan dilakukan terhadap sasaran yang yang termasuk dalam kategori indikasi pemeriksaan. Dilakukannya swab test tersebut untuk mengetahui seseorang terpapar virus corona atau tidak. Sehingga, petugas penanganan Covid-19 dengan mudah melakukan pencegahan dampak luas penyebaran virus corona di tengah-tengah masyarakat. Disamping menciptakan rasa aman, nyaman dan tenang di tengah-tengah masyarakat dari dampak wabah virus corona.

“Pada era new normal ini, selain pelaksanaan swab test  yang dilakukan untuk memastikan seseorang terpapar virus corona atau tidak, diharapkan masyarakat harus mampu mengantisipasi penyebaran Covid-19 pada diri dan lingkungan dengan tetap patuh dengan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah. Seperti wajib memakai masker jika keluar rumah, cuci tangan dengan sabun di air mengalir, serta menjaga jarak atau phiysical distancing,” pungkas Jalisnawati.

Mari cegah penyebaran Covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan, jaga jarak, pakai masker, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta menerapkan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam menjalani adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif aman Covid-19. (es)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.